CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL SDM KESEHATAN
TRIWULAN II TA 2026

NoNama IndikatorTarget 2026RealisasiCapaianProgresKendalaStrategi PenyelesaianStatus
1Indeks Kepuasan Pengguna Layanan Direktorat Jenderal SDMK
87 Nilai
0 Nilai0,00%50%
  1. terdapat perubahan pelaksana teknis (pihak ketiga) di akhir semester 1. 
  2. terdapat perubahan mekanisme pelaksanaan survei (offline/online), jenis responden  (melibatkan unit kerja tidak hanya satker (poltekkes). 
  3. perubahan instrument kuantitatif dan kualitatif. 
  4. belum adanya mapping jenis layanan di tingkat unit kerja pada kantor pusat ditjen sdm kesehatan.

1. koordinasi dengan rokominfo kemenkes dan pihak ketiga (kata data) terkait  pelaksanaan survei, jenis responden, lokus, jumlah responden serta instrument survei. 

2. Koordinasi dengan satker terkait teknis pelaksanaan survei.

3. Koordinasi dengan biro komuniasi dan pihak ketigak terkait perubahan instrument kualitatif/kuantatif sesuai jenis layanan ditjen sdmk.

4.Melakukan maping jenis layanan per unit kerja pada Kantor Pusat Ditjen SDM Kesehatan.


Capaian Indikator akan terpenuhi setelah selesai dilaksanakan survei sesuai lokus yang ditentukan dan data hasil survei akan diaporankan di semester ke II. Progres sampai dengan semester I sebesar 50% antara lain :

a. kegiatan Kick-Off Meeting SKPL (15 Juni 2026) bersama Katadata Insight Center;

b. pembahasan mekanisme survei, serta penentuan metode pengumpulan data;

c. pembahasan finalisasi kuesioner;

d. penetapan target responden sebanyak 4.000 responden (termasuk 1.548 responden Ditjen SDMK dibagi 3 wilayah yaitu 910 wilayah Barat, 267 wilayah tengah dan 371 Wilayah Timur);

e. penentuan lokus survei melalui metode online dan face two face Interview.



Terhambat
2Indeks Kualitas SDM Ditjen SDMK
84 Nilai
84.47 Nilai100,56%50%
  1. ⁠Penilai SKP s.d tw 2 masih dalam proses penyusunan dan penilaian di awal semester II 
  2. ⁠Pemangku JF yg belum Diklat JF > dimensi kompetensi
  3. Pengembangan kompetensi 2026 masih belum terlaksana (20Jpl).


1. mendorong untuk melakukan pengisian SKP tepat waktu 

2. mendorong peg. untuk Pelatihan daring/offline

3. Updating data/pemutahiran data secara mandiri oleh pegawai => koordinasi dan pendampingan permasalahan IPASN dan monitoring oleh tim kepeg msg2 pd satker /unit kerja


progress 50%:

Pemenuhan Dimensi kinerja dan kompetensi 20JPL s.d akhir tahun

On the track
3Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal SDM Kesehatan
92.75 Nilai
51.53 Nilai55,56%50%
  1. terdapat perubahan kebijakan KRO/RO 
  2. penurunan target output yang membutuhkan waktu dan perbaikan atas capaian output yang sudah di TL pada aplikasi sakti (koreksi capaian ke KPPN).
  3. masih terdapat satker yang belum selesai pemutahiran pada aplikasi sakti atas laporan capaian semester 1 tahun 2026.
  1. Proses revisi penyesuaian Ro baru sesuai SEB dan penyesuaian SBKU untuk perhitungan efisiensi SBK.
  2. Berkoordinasi dengan timker terkait konsistensi pengisian RPD dan pengisian capaian output yang lebih tepat waktu. 
  3. Koordinasi dengan KPPN Kemenkeu terkait pemutahiran data atas capaian output yang sudah dilakukan. 

progress 50%:

Perhitungan NKA per semester dalam satu tahun 


Perlu akselerasi
4Nilai Maturitas Manajemen Risiko Ditjen SDM Kesehatan
4 Nilai
0 Nilai0,00%80%

1. Lemahnya komitmen Pimpinan terkait SPIPT (Formalitas)

2. Tingkat pemahanan Pegawai yang rendah terkait pentingnya manrisk/pengendalian internal. 

3. penerapan budaya kesadaran resiko belum optimal.

rendahnya komitmen terkait penyiapan dan pengumpulan data dukung pada kertas kerja SIPIPT. 

4. kompetensi SDM terbatas (tersertifikasi BNSP (badan nasional sertifikasi profesi)

  1. membuat kebijakan internal berupa Kepdirjen sebagai turun dari permenkes 1354 tahun 2024. 
  2. aktif monitoring dan evaluasi secara berkala terkait capaian IKK menrisk.
  3. Sosialisasi/workshop/pelatihan secara berkala dengan menggandeng/berkoordinasi dengan lembaga bersertifikat.


progress 80% : menunggu hasil dari tim APIP 

Terhambat
5Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK yang telah tuntas ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan
95 persen
0 persen0,00%80% 1. Komitmen Unit Kerja/satker dalam penyelesaian permasalahan LHP
2. Terdapat kendala dalam hal penyelesaian aset BMN yang harus melibatkan lintas sektor.

  1. Surat Edaran Dirjen terkait percepatan penyelesaian LHP, dengan melakukan desk secara berkala terkait Temuan di link. Ditjen SDMK.
  2. koordinasi dengan seluruh lintas sektor terkait percepatan penyelesaian permasalahan Aset/BMN.

progress 80% : menunggu hasil dari tim APIP 

Terhambat
Direktorat Jenderal SDM Kesehatan
© Kementerian Kesehatan