CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL SDM KESEHATAN
TRIWULAN I TA 2026
| No | Nama Indikator | Target 2026 | Realisasi | Capaian | Progres | Kendala | Strategi Penyelesaian | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Indeks Kepuasan Pengguna Layanan Direktorat Jenderal SDMK | 87 Layanan | 0 Layanan | 0,00% | 25% | 1. Secara teknis pelaksanaan pencapaian target IKK di laksanakan oleh Biro Komunikasi dan informasi publik Kementerian Kesehatan dan di pihak ketigakan yang s.d tw I masih dalam proses persiapan survei. 2. Pembinaan secara daring baru dapat dilaksanakan pada triwulan II Karena langganan aplikasi konferensi baru dapat difasilitasi oleh pusdatin pada periode maret 2026. | 1. Berkoordinasi dengan Biro komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan dan Tim Kerja Humas Set. Ditjen SDM Kesehatan terkait progress capaian IKK 2. Percepatan pengadaan menggunakan ekatalog 3. Percepatan pelaksanaan pembinaan ke unit utama 4. Pembuatan langkah-langkah awal tahun untuk lokus survei | Terhambat |
| 2 | Indeks Kualitas SDM Ditjen SDMK | 84 Nilai | 81.36 Nilai | 96,86% | 96.86% | 1. Penilai SKP s.d tw 1 masih dalam proses penyusunan dan penilaian 2. Pemangku JF yg belum Diklat JF 3. Pegembangan kompetensi 2026 masih belum terlaksana 20Jpl dan belum melakukan PDM oleh pegawai | Menyelesaikan penilaian kinerja pegawai TW 1 sesuai target waktu yg ditentukan Mengingatkan satker dan pegawai untuk memenuhi kewajiban 20 JP pengembangan kompetensi Mengingatkan satker dan pegawai untuk melakukan update data pada portal IP ASN Pendampingan permasalahan IPASN Koordinasi dengan tim kepeg msg pd satker | On the track |
| 3 | Nilai Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal SDM Kesehatan | 92.55 Nilai | 0 Nilai | 0,00% | 0% | 1. Saat ini masih dilakukan assesment RO pada aplikasi kementerian keuangan untuk menghitung NKA 2. terdapat perubahan kebijakan KRO/RO baru yang s.d sat ini masih menunggu revisi IK dan terdapat perubahan pergeseran output sesuai dengan perubahan KRO RO yang akan berdampak pada formula penilaiamn NKA | 1. Berkoordinasi dengan timker PA dan Biro Perencanaan dan anggaran terkait proses Revisi IK 2. Berkoordain dengan timker terkait konsistensi pengisian RPD dan pengisian capaian output yang lebih tepat waktu | Terhambat |
| 4 | Nilai Maturitas Manajemen Risiko Ditjen SDM Kesehatan | 4 Nilai | 0 Nilai | 0,00% | 25% | 1) Belum adanya pengendalian yg seragam di Eselon I (konsistensi penerapan manrisk) 2) Penilaian manrisk masih sebatan pemenuhan kelengkapan dokumen tetapi belum diimplementasikan secara nyata 3) Manrisk blm sepenuh nya dipahami oleh Pegawai dan dianggap hanya mjd tugas tim tertentu saja 4) Komitmen Pimpinan blm optimal |
2) Internalisasi Manrisk berupa Bimtek seluruh pegawai atau coaching clinic per unit kerja 3) Penguatan monitoring dan Evaluasi dengan memunculkan Dashboard risiko bulanan dan melakukan rapat monitoring rutin 4) Penyederhanaan dokumen Review dokumen jgn terlalu kompleks,fokus pada risk utama | Terhambat |
| 5 | Persentase Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK yang telah tuntas ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan | 95 persen | 0 persen | 0,00% | 25% | Kegiatan masih dalam proses persiapan karena kegiataan baru akan dilaksanakan pada smtr 1 dan 2. | 1. Mengumpulkan dokumen terkait temuan BPK, BPKP, Itjen | Terhambat |