CAPAIAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
DIREKTORAT PERENCANAAN SDM KESEHATAN
TRIWULAN I TA 2026

NoNama IndikatorTarget 2026RealisasiCapaianProgresKendalaStrategi PenyelesaianStatus
1 Persentase Kab/Kota dengan pemutakhiran dokumen perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan di Rumah Sakit
45 Persen
0 Persen0,00%2%

Belum terintegrasinya data eksisting SIASN BKN dengan aplikasi renbut (masih dalam proses) sehingga mempengaruhi klaim data individu di renbut (perbedaan data)

Sampai dengan triwulan I progres yang dilaksanakan yaitu mengidentifikasi kabupaten/kota yang akan diintervensi dengan melakukan pemetaan kondisi eksisting berdasarkan kapasitas fiskal, belanja pegawai dan potensi supply SDM kesehatan untuk masing-masing daerahAdapun yang menjadi target pada tahun 2026 yaitu 232 kab/kota.

Strategi penyelesaian: berkoordinasi dengan BKN untuk percepatan integrasi data eksisting


Terhambat
2Persentase Kab/Kota dengan pemutakhiran dokumen perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan di Puskesmas dan Labkesmas
45 Persen
0 Persen0,00%2%

Belum terintegrasinya data eksisting SIASN BKN dengan aplikasi renbut (masih dalam proses) sehingga mempengaruhi klaim data individu di renbut (perbedaan data)

Proses: Sampai dengan triwulan I progres yang dilaksanakan yaitu mengidentifikasi kabupaten/kota yang akan diintervensi dengan melakukan pemetaan kondisi eksisting berdasarkan kapasitas fiskal, belanja pegawai dan potensi supply SDM kesehatan untuk masing-masing daerah. Adapun yang menjadi target pada tahun 2026 yaitu 232 kab/kota. 
Strategi penyelesaian: berkoordinasi dengan BKN untuk percepatan integrasi data eksisting

Terhambat
3Persentase Dokumen Perencanaan Kebutuhan per jenis Named dan Nakes dengan pendekatan wilayah
100 Persen
0 Persen0,00%5%

Terdapat perubahan konsep perhitungan kebutuhan dan reformulasi proyeksi jenis tenaga Kesehatan lainnya seperti perawat dengan spesialisasi atau kompetensi khusus. Perubahan konsep dimaksud lebih kepada tahapan dalam melakukan perhitungan kebutuhan dimana untuk tenaga kesehatan lainnya seperti perawat spesialis atau kompetensi khusus lebih panjang bila dibandingkan dengan jenis tenaga medis. Adapun tahapan yang harus dilakukan untuk jenis tenaga kesehatan lainnya yaitu harus ada analisis burden of disease, identifikasi jenis dokter spesialis yang menjadi mitra sesuai jenis perawat spesialisasi

Proses: Sampai dengan triwulan I progres yang dilaksanakan yaitu penyiapan bahan dan data awal terkait kebutuhan per jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan, pembahasan konsep metode perhitungan perencanaan kebutuhan dengan pendekatan wilayah, dan review awal atas proyeksi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang telah disusun sebelumnya.

Stretegi penyelesaian: pembahasan dengan stakeholder terkait dan konsultan untuk penghitungan kebutuhan tenaga kesehatan

Terhambat
Direktorat Jenderal SDM Kesehatan
© Kementerian Kesehatan